BAB II
PEMBAHASAN
1.
PENGERTIAN
Etiket adalah tata cara pelaksanaan etika. Dalam
pelaksanaannya, khususnya mengenai etiket penampilan berbusana, seseorang harus
memahami situasi, kondisi, dan tempat agar dapat menyesuaikan dan berbaur
dengan lingkungannya.
Etiket penampilan berbusana dipandang penting,
terutama oleh bangsa kita yang menganut budaya ketimuran yang selalu
berpenampilan berbusana yang sopan dan menutup tubuh, berbeda dengan masyarakat
yang berbudaya barat yang selalu menunjukkan lekuk dan bagian tubuhnya.
2. CARA BERPENAMPILAN YANG BAIK
Dalam bersosialisasi dengan orang lain harus
menekankan etika jika ingin dihargai
Adapun tips dalam berpenampilan secara umum yaitu:
1. Penuhi 3 syarat mutlak yaitu: sederhana serasi dan
sopan
Dalam berpenampilan, tidak perlu terlalu berlebihan,
sehingga timbul kesan glamour yang memancing komentar positif dan negatif dari
berbagai pihak.
2. Berpakaian bersih rapih dan tidak berbau
Penampilan yang bersih dan wangi akan membuat orang
lain menjadi nyaman untuk berinteraksi dengan kita, namun sebaliknya jika
penampilan kita kotor dan bau akan membuat orang merasa tidak nyaman.
3. Sesuaikan dengan kepribadian anda
Dalam berpenampilan kita harus menyesuaikan dengan
kepribadian kita misalnya saja, kita mempunyai kepribadian yang santai, bukan
berarti kita menghadiri forum formal dengan menggunakan pakaian yang bersifat
santai.
4. Sesuaikan dengan situasi dan kondisi
Penampilan seseorang disesuaikan dengan situasi dan
kondisi, misalnya saja seperti kita
sedang pengajian di masjid maka harus memakai pakaian yang menutup
aurat, jangan menggunakan pakaian yang ketat dan minim.
5. Kenali kekurangan dan kelebihan
Jika tubuh anda agak gemuk sebaiknya menggunakan
pakaian yang berwarna agak gelap agar terlihat sedikit ramping, untuk yang
bertubuh agak kurus sebaiknya menggunakan pakaian yang berwarna agak cerah.
6. Menunjukan ekspresi wajah yang simpatik
Untuk menjaga penampilan kita dan mengambil simpati
orang lain sebaiknya, kita harus mengekspresikan raut wajah kita dengan sebaik
mungkin, yaitu dengan cara jika kita berkontak mata dengan orang lain maka kita
harus memberi senyuman.
7. Menjaga sikap tubuh yang seimbang
Dalam berpenampilan kita harus menjaga sikap tubuh
kita, misalnya saja saat kita sedang menghadiri acara formal maka usahakan
posisi tubuh kita tetap tegak.
3. CARA BERBUSANA YANG BAIK
> Sesuaikan dengan situasi dan kondisi (misalnya
dikantor, acara makan malam,dan acara formal lainnya)
> Hindari memakai wewangian yang terlalu menyengat
> Usahakan penggunaan make up yang tidak
berlebihan
> Dalam acara kantor atau formal sebaiknya gunakan
pakaian yang tertutup
> Jangan berlebihan dalam penggunaan perhiasan
4. ETIKET PENAMPILAN BERBUSANA SEORANG PERAWAT
1. Memakai
pakaian yang bersih dan rapih
2. Pakaian
tidak terlalu ketat
3. Tidak
menggunakan aksesoris atau perhiasan dan make up yang berlebihan
4. Jika
rambut panjang sebaiknya diikat dan jika menggunakan jilbab gunakanlah jilbab yang
standar
5. Tidak
memakai sepatu yang berhak tinggi dan lancip
6. Selalu
memberikan senyum sapa kepada klien
5. ETIKET BERPAKAIAN DAN BERPENAMPILAN SAAT WAWANCARA KERJA
Kesan pertama adalah segalannya. Terutama jika anda
sedang mencari kerja. Jika penampilan anda terkesan tidak “serius”, si
pewawancara bisa mendapat kesan, anda tak serius dengan tawaran pekerjaan yang
diberikan.
Adapun cara berpenampilan dan berpakaian
saat wawancara adalah sebagai berikut:
1. Tidak
memakai parfum, make up, dan aksesoris yang berlebihan.
2.
Pakailah dasi dengan corak warna tua dan klasik sehingga anda terlihat matang dan berwawasan luas.
3. Jika
lamaran pekerjaan bukan yang bergerak di bidang kesenian, artis, atau perusahaan
informal, hindari gaya
rambut yang berlebihan.
4. Jangan
memakai pakaian yang ketat, atau kemeja ketat dan berkilau bagi kaum pria.
Fokuskan kepada kualifikasi dan jawaban anda.
Untuk dapat berpenampilan dan berbusana yang baik,
maka perlu ditanamkannya kesadaran diri pada tiap-tiap individu itu sendiri,
agar dapat melaksanakan etiket dalam penampilan berbusana yang baik sesuai
dengan tempat, situasi dan kondisi
BAB III
PENUTUP
- SIMPULAN
Dalam etiket penampilan berbusana
sebaiknya kita memperhatikan situasi, kondisi, tempat dan keserasian
- SARAN
Sebaiknya kita memiliki etiket dalam
penampilan berbusana
DAFTAR RUJUKAN
Salam, Burhanuddin. 2005. Etika Sosial. Bandung : Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar