Goal nurse

" Jangan takut akan perubahan. Kita mungkin kehilangan sesuatu yang baik, namun kita akan peroleh sesuatu yang lebih baik lagi"

Selasa, 12 November 2013

Makalah Psikologi Emosi


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT. Bahwa penyusun telah menyelesaikan tugas mata kuliah psikologi yang membahas tentang Emosi dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi. Namun penyusun menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan serta bimbingan banyak pihak, sehingga kendala-kendala yang penyusun hadapi dapat teratasi. Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
  1. Dosen mata kuliah psikologi yang telah memberikan tugas dan petunjuk, kepada penyusun sehingga penyusun termotivasi dan menyelesaikan makalah ini.
  2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.
  3. Serta teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penyusun sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.


Kota Bumi,    Oktober 2010


 
      Penyusun.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Teory Tentang Emosi ................................................................................................................. 1
BAB II ISI
2.1 Pengertian Emosi ...................................................................................................................... 2
2.2 Teory Emosi .............................................................................................................................. 3
2.3 Afek dan Emosi......................................................................................................................... 3
2.4 Jenis Gangguan Afek dan Emosi .............................................................................................. 4
2.5 Sakit Mental Karena Gangguan Emosi ..................................................................................... 5
2.6 Mengatasi Emosi ....................................................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
          3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................... 7
          3.2 Saran ......................................................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

Berbicara emosi tentu tak lepas dari induknya yaitu perasaan atau feeling. Bila dibuat suatu gambaran tertulis maka beda perasaan dan emosi adalah harus lurus sebagai perasaan dan bergelombang adalah membedakan suatu kondisi emosi. Emosi itu jenis – jenisnya diantaranya adalah stress yang mempunyai dua model  yaitu distress atau stress yang mematikan dan eustress yaitu stress yang memacu. Kondisi emosi yang lain diantaranya adalah depresi, sedih, gembira, cinta , marah, senang dan sebagianya.

1.1 Teori Tentang Emosi.
a)      Emosi merupakan tantangan hidup, tetapi kalau terlalu banyak menjadi terancam.
b)      Emosi itu merupakan kebutuhan ( need ) dan desire ( keinginan ) emosi merupakan factor bawaan
c)      Merupakan ciri karakteristik persyarafan dan kelenjar.
d)     Pengalaman yang bisa dipelajari.
e)      Emosi yang kuat
f)       Komponen emosi terdiri atas :
                                        i.            Perubahan psikologis.
                                      ii.            Sensasi jasmaniah.
                                    iii.            Selalu subjektifitas pengetahuan dan interprestasi.
g)      Tinggi probabilitas dalam mengekspresikan apa yang diketahui.
h)      Emosi itu sebagai keadaan sementara
i)        Emosi itu merupakan proses belajar.
j)        Emosi itu wajar dalam hidup.















BAB II
ISI

2.1 Pengertian Emosi.
Emosi merupakan pembahasan psikologi yang ditandai dengan bergejolaknya perasaan sehingga terjadi sensasi jasmaniah yang mengandung subjektefitas pengetahuan, dengan terekspresi dari apa yang diketahui individu diluar batas perilaku.
Menurut  Charles Darwin (197 ) emosi merupakan besranya response warisan arousal atau gerak yang dipunyai untuk suatu nilai kelangsungan hidup didalam evolusi. Emosi merupakan banyak hal dari sensasi. Emosi juga merupakan keaadaan individu yang sedang dalam memilih alternative penentuan keputusan dan mengalami kesulitan dalam  penemuan ideal diri.
Emosi dan Gejala Kejasmanian
Emosi merupakan gejala kejiawaan berhubungan dengan gejala kejasmanian. Apabila individu mengalami emosi dalam dirinya akan terdapat perubhan – perubahan kejasmnian, contohnya : ketakutan maka gejala kejasmanian yang tampak adalah muka pucat dan jantung berdebar.
Menurut Atkinson R.L, dkk, komponen emsoi terdiri atas  :
a)      Respon atau reaksi tubuh internal, terutama melibatkan system otometic (bila marah suara menjadi tinggi).
b)      Keyakinan atau penilaian kognitif (terjadi hal positif atau negative), missal : merasa gembira sekali karena mendapat hadiah.
c)      Ekspresi wajah (apabila merasa benci seorang mungkin akan mengkerutkan dahi atau akan menutup matanya sedikit).
d)     Reaksi terhadap emosi missal :  marah – marah menjadi agresif atau gembira atau meneteskan air mata.

2.2 Teory Emosi.
Menurut Bimo Walgito ( 1989 ) teori emosi terbagi atas beberapa. Teori – teori tersebut untuk menjawab, “ apakah hubungan emosi dengan gejala kejasmanian. Apakah emosi yang menimbulkan gejala kejasmanian ataukah malah sebaliknya”. Teori – teori tersebut diantaranya :
a)      Teori  sentral (oleh Cannon). Menurutnya gejala kejasmanian merupakan akibat dari emosi individu. Contohnya : marah – marah , gejala – gejala jasmani yang dialaminya adalah jantung berdebar, mata merah, bernafas cepat.
b)      Teori Perifer oleh (oleh James – Lange), menurutnya emosi merupakan akibat gejala kejasmanian.contohnya ia suasah karena menangis.
c)      Teori kepribadian (oleh J.Linchoten) menurutnya emosi merupakan aktivitas pribadi, ketika pribadi tidak dapat dipisah - pisahkan antara jasmani dan psikis sebagai dua subtansi yang terpisah.

2.3 Afek dan Emosi.
Afek adalah perasaan yang menguasai segenap hidup jiwa dan tidak bisa dikontrol serta dikuasai oleh pikiran. Afek biasanya disertai dengan  reaksi jasmaniah. Emosi adalah gejala kejiwaan yang berhubungan dengan gejala kejasmanian.
Contoh :
a)      Orang yang sedang marah membanting benda yang ada disekitarnya disertai muka merah.
b)      Anak yang  tidak lulus ujian menangis sampai kejang – kejang bahkan ada yang sampai pingsan muka pucat.



2.4 Jenis Gangguan Afek dan Emosi.
A.  Depresi atau melanklis.
1.        Ciri - ciri psikologis misalnya sedih, rasa tak berguna, gagal, kehilangan, dan penyesalan yang patologis. 
2.        Ciri - ciri somatic misalnya anoreksia, kontipasi. Ada depresi dengan penarikkan diri dan agitasi atu kegelisahan.
B.  Kecemasan (ansietas).
·           Rasa takut dan lekas terkiut.
·           Ciri siomatik misalnya palpitasi debaran jantung cepat atau keras, tekanan darah meninggi, peristaltic  bertambah.
Kecemasan dapat berupa :
§   Kecemasan yang mengambang ( free floating anciety ) tidak ada hubungan dengan pikiran.
§   Agitasi kecenasan yang disertai kegelisahan motorik yang hebat.
§   Panic : Serangan kecemasan yang hebat dengan kebingungan dan kegelisahan dan hiperaktivitas yang tidak terorganisasi.
§   Eforia : Rasa riang gembira yang berlebihan.
§   Anhedonia : Ketidakmamapuan merasakan kesenanangan.
§   Kesepeian : Terasa dirinya ditinggalkan.
§   Kedangkalan : Kemiskinan afek emosi.
§   Afek dan Emosi yang tak wajar (tak patut atau tak wajar) tertawa terkikih - kikih waktu wawancara.
§   Afek Emosi yang berlebih : Tiba - tiba marah - marah atau menangis.
§   Variasi afek dan emosi sepanjang hari : Perubahan afek dan emoasi dimulai sejak pagi hari sampai malam hari misalnya pada psikosis - manic depresif.
§   Ambivalensi : emosi dan afek yang berlawanan timbul bersama - sama terhadap suatu objek, hal atau orang.
§   Apatis : Berkurannya afek dan emosi terhadap semua hal dengan disertai rasa terpencil dan tidak peduli.
§   Amarah : Kemurkaan, permusuhan yang di tandai dengan sifat agresif.

2.5 Sakit Mental Karena Gangguan Emosi.
  Biasanya terkait neurosis yaitu; kesalahan penyelesaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu konflik tak sadar. Sakit mental karena gangguan emosi antara lain :
v  Neurosis cemas : kecemasan akan memobilisasi daya pertahanan individu. Kecemasan tidak ada kaittannya dengan benda atau keadaan tetapi mengambang bebas
Gejalanya :
ü Factor somatic misalnya napas sesak, dada tertekan, kepala seperti mengambang, linu, lekas capek, keringat dingin dan palpitasi.
ü Factor psiklogis misalnya perasaan waswas khawatir dan bicara cepat terputus - putus.
v  Neurosis histeris : fungsi mental dan jasmani tanpa dikehendaki. Gejalanya : kelumpuhan pada ekstermitas.
v  Neurosis fobik : adanya perasaan takut yang berlebihan terhadap benda atau kedaan.
v  Neurosis depresi : gangguan perasaan dengan ciri - ciri  semangat berkurang rasa harga diri berkurang.
Gejalanya :
a)    Factor somatic : misalnya perasaan tak senang, tak bersemangat ,lelah, apatis dan bicara pelan.
b)   Factor psikologik : misalnya pendiam, rasa sedih, psimstik, malas berhaul dan frekuensi kerja berkurang.

2.6 Mengatasi Emosi.
a)      Dengan akal atau secara rasional.
o   Memikirkan kembali sebab - sebab kecemasan.
o   Mempertanyakan asumsi - asumsi yang melandasi.
o   Siap menghadapi yang terburuk.
b)      Dengan langkah pengambilan keputusan.
§  Pemilihan.
§  Menyerang.
§  Ekstration.
§  Reaksasi.
c)      Consequential (berfikir berurutan).
d)     Langkah langkah problem solving.
·         Mengaku.
·         Efence atau mempertahankan.
·         Memperbaiki.
·         Introspeksi.
·         Mengevaluasi standar norma.
·         Mengambil tanggug jawab.
·         Merubah tingkah laku.















BAB III
                              PENUTUP                 

3.1 Kesimpulan.
Setelah kita mengetahui tentang Emosi. Kita lebih paham tentang apa itu emosi, teori-teori yang menjelaskan tentang emosi, afek dan emosi, jenis gangguan afek dan emosi, sakit mental karena gagguan emosi, dan cara mengatasi emosi.

3.2 Saran.
Demi kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membagun senantiasa penyusun harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penyusun khususnya.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar