KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT.
Bahwa penyusun telah menyelesaikan tugas mata kuliah psikologi yang membahas
tentang Emosi dalam bentuk makalah.
Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan
yang penyusun hadapi. Namun penyusun menyadari bahwa kelancaran dalam
penyusunan makalah ini tidak lain berkat bantuan, dorongan serta bimbingan
banyak pihak, sehingga kendala-kendala yang penyusun hadapi dapat teratasi.
Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
- Dosen mata kuliah psikologi yang telah memberikan tugas dan petunjuk, kepada penyusun sehingga penyusun termotivasi dan menyelesaikan makalah ini.
- Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.
- Serta teman-teman yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi
sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penyusun
sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amin.
Kota
Bumi, Oktober
2010
|
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Teory Tentang Emosi ................................................................................................................. 1
BAB II ISI
2.1
Pengertian Emosi ...................................................................................................................... 2
2.2
Teory Emosi .............................................................................................................................. 3
2.3
Afek dan Emosi......................................................................................................................... 3
2.4
Jenis Gangguan Afek dan Emosi .............................................................................................. 4
2.5
Sakit Mental Karena Gangguan Emosi ..................................................................................... 5
2.6
Mengatasi Emosi ....................................................................................................................... 6
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................................................... 7
3.2 Saran ......................................................................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
Berbicara emosi tentu
tak lepas dari induknya yaitu perasaan atau feeling. Bila dibuat suatu gambaran
tertulis maka beda perasaan dan emosi adalah harus lurus sebagai perasaan dan
bergelombang adalah membedakan suatu kondisi emosi. Emosi itu jenis – jenisnya
diantaranya adalah stress yang mempunyai dua model yaitu distress atau stress yang mematikan dan
eustress yaitu stress yang memacu. Kondisi emosi yang lain diantaranya adalah
depresi, sedih, gembira, cinta , marah, senang dan sebagianya.
1.1 Teori Tentang
Emosi.
a)
Emosi merupakan tantangan hidup, tetapi
kalau terlalu banyak menjadi terancam.
b)
Emosi itu merupakan kebutuhan ( need )
dan desire ( keinginan ) emosi merupakan factor bawaan
c)
Merupakan ciri karakteristik persyarafan
dan kelenjar.
d)
Pengalaman yang bisa dipelajari.
e)
Emosi yang kuat
f)
Komponen emosi terdiri atas :
i.
Perubahan psikologis.
ii.
Sensasi jasmaniah.
iii.
Selalu subjektifitas pengetahuan dan
interprestasi.
g)
Tinggi probabilitas dalam
mengekspresikan apa yang diketahui.
h)
Emosi itu sebagai keadaan sementara
i)
Emosi itu merupakan proses belajar.
j)
Emosi itu wajar dalam hidup.
BAB
II
ISI
2.1 Pengertian Emosi.
Emosi merupakan
pembahasan psikologi yang ditandai dengan bergejolaknya perasaan sehingga
terjadi sensasi jasmaniah yang mengandung subjektefitas pengetahuan, dengan
terekspresi dari apa yang diketahui individu diluar batas perilaku.
Menurut Charles Darwin (197 ) emosi merupakan
besranya response warisan arousal atau gerak yang dipunyai untuk suatu nilai
kelangsungan hidup didalam evolusi. Emosi merupakan banyak hal dari sensasi.
Emosi juga merupakan keaadaan individu yang sedang dalam memilih alternative
penentuan keputusan dan mengalami kesulitan dalam penemuan ideal diri.
Emosi dan Gejala Kejasmanian
Emosi merupakan gejala
kejiawaan berhubungan dengan gejala kejasmanian. Apabila individu mengalami
emosi dalam dirinya akan terdapat perubhan – perubahan kejasmnian, contohnya :
ketakutan maka gejala kejasmanian yang tampak adalah muka pucat dan jantung
berdebar.
Menurut Atkinson R.L,
dkk, komponen emsoi terdiri atas :
a) Respon
atau reaksi tubuh internal, terutama melibatkan system otometic (bila marah
suara menjadi tinggi).
b) Keyakinan
atau penilaian kognitif (terjadi hal positif atau negative), missal : merasa
gembira sekali karena mendapat hadiah.
c) Ekspresi
wajah (apabila merasa benci seorang mungkin akan mengkerutkan dahi atau akan
menutup matanya sedikit).
d) Reaksi
terhadap emosi missal : marah – marah
menjadi agresif atau gembira atau meneteskan air mata.
2.2 Teory Emosi.
Menurut Bimo Walgito (
1989 ) teori emosi terbagi atas beberapa. Teori – teori tersebut untuk
menjawab, “ apakah hubungan emosi dengan gejala kejasmanian. Apakah emosi yang
menimbulkan gejala kejasmanian ataukah malah sebaliknya”. Teori – teori
tersebut diantaranya :
a) Teori sentral (oleh Cannon). Menurutnya gejala
kejasmanian merupakan akibat dari emosi individu. Contohnya : marah – marah ,
gejala – gejala jasmani yang dialaminya adalah jantung berdebar, mata merah,
bernafas cepat.
b) Teori
Perifer oleh (oleh James – Lange), menurutnya emosi merupakan akibat gejala
kejasmanian.contohnya ia suasah karena menangis.
c) Teori
kepribadian (oleh J.Linchoten) menurutnya emosi merupakan aktivitas pribadi,
ketika pribadi tidak dapat dipisah - pisahkan antara jasmani dan psikis sebagai
dua subtansi yang terpisah.
2.3 Afek dan Emosi.
Afek adalah perasaan
yang menguasai segenap hidup jiwa dan tidak bisa dikontrol serta dikuasai oleh
pikiran. Afek biasanya disertai dengan
reaksi jasmaniah. Emosi adalah gejala kejiwaan yang berhubungan dengan
gejala kejasmanian.
Contoh :
a) Orang
yang sedang marah membanting benda yang ada disekitarnya disertai muka merah.
b) Anak
yang tidak lulus ujian menangis sampai
kejang – kejang bahkan ada yang sampai pingsan muka pucat.
2.4 Jenis Gangguan Afek
dan Emosi.
A.
Depresi atau melanklis.
1.
Ciri - ciri psikologis misalnya sedih,
rasa tak berguna, gagal, kehilangan, dan penyesalan yang patologis.
2.
Ciri - ciri somatic misalnya anoreksia,
kontipasi. Ada depresi dengan penarikkan diri dan agitasi atu kegelisahan.
B.
Kecemasan (ansietas).
·
Rasa takut dan lekas terkiut.
·
Ciri siomatik misalnya palpitasi debaran
jantung cepat atau keras, tekanan darah meninggi, peristaltic bertambah.
Kecemasan dapat berupa
:
§ Kecemasan
yang mengambang ( free floating anciety ) tidak ada hubungan dengan
pikiran.
§ Agitasi
kecenasan yang disertai kegelisahan motorik yang hebat.
§ Panic
: Serangan kecemasan yang hebat dengan kebingungan dan kegelisahan dan
hiperaktivitas yang tidak terorganisasi.
§ Eforia
: Rasa riang gembira yang berlebihan.
§ Anhedonia
: Ketidakmamapuan merasakan kesenanangan.
§ Kesepeian
: Terasa dirinya ditinggalkan.
§ Kedangkalan
: Kemiskinan afek emosi.
§ Afek
dan Emosi yang tak wajar (tak patut atau tak wajar) tertawa terkikih - kikih
waktu wawancara.
§ Afek
Emosi yang berlebih : Tiba - tiba marah - marah atau menangis.
§ Variasi
afek dan emosi sepanjang hari : Perubahan afek dan emoasi dimulai sejak pagi
hari sampai malam hari misalnya pada psikosis - manic depresif.
§ Ambivalensi
: emosi dan afek yang berlawanan timbul bersama - sama terhadap suatu objek,
hal atau orang.
§ Apatis
: Berkurannya afek dan emosi terhadap semua hal dengan disertai rasa terpencil
dan tidak peduli.
§ Amarah
: Kemurkaan, permusuhan yang di tandai dengan sifat agresif.
2.5 Sakit Mental Karena
Gangguan Emosi.
Biasanya terkait neurosis yaitu; kesalahan
penyelesaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu
konflik tak sadar. Sakit mental karena gangguan emosi antara lain :
v Neurosis
cemas : kecemasan akan memobilisasi daya pertahanan individu. Kecemasan tidak
ada kaittannya dengan benda atau keadaan tetapi mengambang bebas
Gejalanya
:
ü Factor
somatic misalnya napas sesak, dada tertekan, kepala seperti mengambang, linu,
lekas capek, keringat dingin dan palpitasi.
ü Factor
psiklogis misalnya perasaan waswas khawatir dan bicara cepat terputus - putus.
v Neurosis
histeris : fungsi mental dan jasmani tanpa dikehendaki. Gejalanya : kelumpuhan
pada ekstermitas.
v Neurosis
fobik : adanya perasaan takut yang berlebihan terhadap benda atau kedaan.
v Neurosis
depresi : gangguan perasaan dengan ciri - ciri
semangat berkurang rasa harga diri berkurang.
Gejalanya :
a) Factor
somatic : misalnya perasaan tak senang, tak bersemangat ,lelah, apatis dan
bicara pelan.
b) Factor
psikologik : misalnya pendiam, rasa sedih, psimstik, malas berhaul dan
frekuensi kerja berkurang.
2.6 Mengatasi Emosi.
a) Dengan
akal atau secara rasional.
o
Memikirkan kembali sebab - sebab
kecemasan.
o
Mempertanyakan asumsi - asumsi yang
melandasi.
o
Siap menghadapi yang terburuk.
b) Dengan
langkah pengambilan keputusan.
§ Pemilihan.
§ Menyerang.
§ Ekstration.
§ Reaksasi.
c) Consequential
(berfikir berurutan).
d) Langkah
langkah problem solving.
·
Mengaku.
·
Efence atau mempertahankan.
·
Memperbaiki.
·
Introspeksi.
·
Mengevaluasi standar norma.
·
Mengambil tanggug jawab.
·
Merubah tingkah laku.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan.
Setelah kita mengetahui
tentang Emosi. Kita lebih paham tentang apa itu emosi, teori-teori yang
menjelaskan tentang emosi, afek dan emosi, jenis gangguan afek dan emosi, sakit
mental karena gagguan emosi, dan cara mengatasi emosi.
3.2 Saran.
Demi
kesempurnaan makalah ini, kritik dan saran yang bersifat membagun senantiasa
penyusun harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
penyusun khususnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar